Skip to main content

Mau Beli Barang Secara Kredit? Cek Dulu yang Ini!

 


Oleh: 10001Tips.com

Ketika uang cash atau tabungan tidak cukup untuk membeli secara tunai kebanyakan orang beralih ke metode pembelian secara kredit.  Membeli secara kredit bukanlah suatu aib, namun jika kita tidak berhati-hati maka membeli secara kredit dapat membebani keuangan kita dan pada akhirnya bisa saja barang yang kita beli secara kredit itu juga ikut melayang.  

Apa saja yang perlu diperhatikan ketika anda membeli secara kredit?  Anda bisa periksa pada daftar berikut ini:

Apakah angsuran per bulannya aman?

Aman disini artinya masih mampu kita bayar tanpa membebani anggaran pengeluaran bulanan.  Jika angsuran terlalu besar hingga sampai mengorbankan pos-pos utama pengeluaran maka anda perlu pikir ulang pembelian secara kredit itu.  Misal gegara kredit sepeda ternyata susu anak jadi tidak terbeli, atau gara-gara membeli perhiasan dengan kartu kredit SPP anak tidak terbayar.  Nah sebaiknya anda periksa dulu.

Apakah sudah didiskusikan dengan pasangan?

Beberapa waktu yang lalu sempat viral sebuah video seorang suami dimarahi oleh istrinya gara-gara secara sembunyi-sembunyi membeli sebuah sepeda yang cukup mahal.  Hal yang sama harus anda pikirkan juga ketika akan membeli sesuatu secara kredit.  Apakah pasangan anda sudah setuju?  Kalau pasangan anda setuju dan masih masuk ke anggaran anda silakan untuk membelinya, apalagi memang barang itu sangat dibutuhkan untuk aktivitas keluarga anda seperti membeli motor misalnya.

Apakah sudah direncanakan ataukah impulsive?


Nah ini yang seringkali mengganggu atau membebani keuangan anda, yaitu membeli secara kredit karena nafsu sesaat atau impulsive.  Lain halnya kalau sudah direncanakan dengan matang maka biasanya sudah diperhitungkan masak-masak efeknya ke cash flow bulanan anda.  Membeli rumah atau mobil sekalipun kalau sudah diperhitungkan masak-masak silakan saja dilakukan.  Namun walaupun hanya membeli sebuah baju, tapi kalau memang tidak masuk dalam perencanaan sebaiknya urungkan dulu!

Apakah anda akan tetap membelinya jika harus cash?


Biasanya orang akan membeli ketika ada iming-iming kredit.  Ketika harus membayar cash anda tidak jadi membelinya.  Ini sebenarnya tak ubahnya impulsive buying juga.  Ketika anda tergoda untuk membeli ketika ditawari secara kredit maka anda harus ingat pertanyaan ini.  Kalau anda memang harus membelinya baik secara kredit maupun cash itu berarti barang itu memang sudah menjadi kebutuhan anda.  Apalagi kalau pembelian itu sudah direncanakan.

Apakah anda sudah bandingkan harganya?


Hati-hati ketika membeli secara kredit, terutama dengan harganya.  Memang membeli secara kredit terkesan ringan karena anda bisa membayarnya secara angsuran atau dibagi sejumlah bulan yang anda sepakati, namun periksa terlebih dahulu total angsurannya.  Jika total angsurannya jauh lebih besar dari harga cash nya sebaiknya anda urungkan, itu berarti penjualnya mengambil keuntungan terlalu besar.  Kalau anda masih diperbolehkan untuk menawarnya silakan saja untuk ditawar.  Anda akan beruntung jika anda memperoleh harga promo, artinya anda bisa membeli barang secara kredit tapi total angsurannya sama seperti anda membeli secara cash, ini biasanya dilakukan oleh penjual elektronik di akhir tahun.

Nah, jika anda sudah memeriksa dan menanyakan semua pertanyaan-pertanyaan di atas dan jawabannya membolehkan anda untuk membeli secara kredit, maka silakan untuk membelinya!

Semoga menginspirasi.

Comments

Popular posts from this blog

20 Tahap Menjadi Seorang Milyarder

  Oleh: 10001Tips.com Kata orang untuk menjadi seorang milyarder itu sulitnya bukan main, apalagi di masa sekarang ini.  Tapi ternyata menjadi seorang milyarder itu hanya membutuhkan 20 langkah saja.  Ya benar 20 langkah, dan hanya dimulai dengan 1000 rupiah.   Lantas bagaimana caranya?  Caranya adalah sama untuk setiap langkahnya, dari langkah pertama sampai dengan langkah ke 20 tidak ada yang berbeda.  Caranya yaitu, buat doble uang yang anda miliki!  Setiap langkah anda harus membuat modal anda menjadi 2 kalinya.  Kalau tidak percaya marilah kita hitung: Langkah 1:  1.000 kali 2           = 2.000 Langkah 2:  2.000 kali 2            = 4.000 Langkah 3:  4.000 kali 2            = 8.000 Langkah 4:  8.000 kali 2           = 16.000 Langkah 5: 16.000 kali 2          = 32.000...

Herbal VS Obat-Obatan

  Oleh: 10001Tips.com Orang kebanyakan mengira bahwa herbal dan obat-obatan adalah sesuatu yang berbeda dan salah satunya menjadi alternatif bagi yang lain.  Beberapa orang cenderung untuk mempertentangkannya.  Namun tahukah anda bahwa sekitar seperempat dari obat-obatan yang beredar di pasaran memiliki bahan baku dari herbal.  Sebagai misal, digoxin, penderita aritmia pasti sudah familiar dengan obat ini.  Digoxin dan digitoxin adalah obat yang berasal dari tanaman digitalis. Dahulu memang orang bebas menjual obat dari bahan herbal, namun semenjak beberapa kejadian memilukan maka sekarang aturan untuk menjual obat sangatlah ketat.  Perlu penelitian bertahun-tahun dan biaya jutaan dolar untuk dapat lisensi menjual sebuah obat.  Itulah mengapa perusahaan penjual obat memperoleh hak paten untuk menjual obat yang sudah bertahun-tahun mereka teliti.  Untunglah hak paten tidak berlaku selamanya tapi hanya beberapa tahun, sehingga sekarang kita dapat me...

Mempersiapkan Kondisi Tak Terduga

Oleh: 10001Tips.com   Artikel ini dibuat ketika pemerintan RI baru saja mengumumkan pertumbuhan ekonomi -5.32% yang merupakan pertumbuhan ekonomi terendah dalam beberapa puluh tahun terakhir.  Memang kondisi ini dipicu oleh pandemi yang sudah meluluhlantakkan perekonomian dunia.  Maka wajar resesi akan terjadi, namun pertanyaannya adalah ketika kondisi ini terjadi apakah anda sudah siap? Bersiap untuk emergency Kondisi seperti ini bisa kita sebut dengan financial emergency, ketika anda menjawab tidak untuk pertanyaan di atas, maka anda dalam masalah.  Berita buruknya adalah, anda tidak sendirian!  Kebanyakan orang memang tidak memiliki kebiasaan menabung yang baik.  Menyisihkan sedikit uang setiap anda gajian sebenarnya tidaklah sulit, tapi masalahnya adalah apakah anda memiliki kontrol diri untuk tetap membiarkan uang tabungan anda untuk kondisi emergency seperti saat ini? Jika saat ini anda sudah berhasil menyisihkan, misal 10%, dari gaji atau penghasilan...