Oleh: 10001Tips.com
Hari ini banyak orang mulai menyukai seafood atau makanan laut. Banyak alasan mengapa mereka menyukai makanan laut ini, bisa karena rasanya yang lezat, tapi juga karena kandungan gizinya yang unggul. Seafood adalah makanan rendah lemak dan berprotein tinggi.
Namun mengkonsumsi makanan laut juga memiliki resiko yang tidak sedikit. Beberapa ikan terkontaminasi oleh polutan kimia, seperti polychlorinated biphenyl (PCBs), merkuri, dan dioxin. Merkuri secara alami berasal dari bumi, tetapi sejumlah besar juga dilepaskan ke atmosfer dan lautan saat limbah dibakar. Bahan-bahan tersebut adalah bahan penyebab kanker.
Ikan juga dapat terkontaminasi oleh bakteri yang mematikan. Histamin dapat tumbuh pada ikan yang tidak cukup dingin setelah ditangkap. Histamin dapat menyebabkan keracunan ikan atau scombroid, penyakit yang memberikan gejala mirip alergi yang biasanya hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari.
Anda boleh saja mengkonsumsi ikan namun sebaiknya anda memperhatikan beberapa hal ini:
- Jangan makan ikan lebih dari 3 kali dalam seminggu,
- Jangan makan ikan hiu dan ikan todak (ikan pedang) lebih dari sekali dalam seminggu, ini untuk mencegah anda keracunan merkuri.
- Makanlah ikan air tawar sebagai alternatif ikan air asin/air laut,
- Makan ikan yang lebih kecil, karena ikan besar mungkin saja menyimpan polutan kimia lebih banyak,
- Untuk ibu hamil sebaiknya makan ikan laut sebulan sekali saja. Anak-anak balita, orang tua, dan orang berpenyakit kronis terkait kekebalan tubuhnya sebaiknya tidak terlalu sering makan ikan.
- Anak-anak sebaiknya tidak makan ikan tuna lebih dari 3 kali dalam seminggu,
- Pastikan anda memakan ikan dari daerah yang aman atau tidak berpolusi,
Anda tidak perlu takut untuk mengkonsumsi ikan, asal harus ingat, jangan berlebihan! Karena bagaimanapun juga ikan adalah makanan halal yang bergizi tinggi.
Selamat makan ikan!

Comments
Post a Comment